ANALISIS AL-MUN?SABAH FIL-QUR?N: (Antara Orientasi Ij?z dan Orientasi Wihdah)

  • Makhfudz M.Pd.I IAIT Kediri

Abstract

Dalam mengkaji telah lahir beratus-ratus buku tafsir. Sebagian besar buku-buku tafsir terdahulu kebanyakan melakukan pendekatan Al-Quran secara sepotong-sepotong, dan disibukkan dengan pembahasan filologis-gramatika, kemudian baru menganalisis segala aspek yang terkandung dalam ayat, karenanya pembahasannya meluas dan berpindah-pindah, sehingga pesan-pesan Al-Quran dipahami secara parsial, sektarian, dan terpilah-pilah.

Ilmu Al-mun?sabah ternyata mampu menunjukkan bahwa sistematika Al-Quran mempunyai hubungan yang harmonis sekaligus menepis anggapan bahwa Al-Quran itu tidak sistematis. Enam katagori al-mun?sabah paling tidak telah membuktikan hal tersebut. Kenyataan ini membuat kita percaya bahwa kalam Tuhan itu merupakan mukjizat yang tiada tandingan. Tetapi itu tidak berarti membuat kita terlena sehingga memposisikan Al-Quran pada tataran eksklusif.

Sistematika Al-Quran memang berbeda dengan sistematika buku-buku buatan manusia, namun karena pengatahuan mengenai korelasi atau al-mun?sabah antara ayat-ayat Al-Quran bukanlah tauqiy, melainkan hasil ijtihad mufassir, yang tidak setiap orang dapat mengetahuinya, maka diperlukan usaha para pakar yang berkompeten secara serius dan berkesinambungan dari generasi ke generasi, sehingga korelasi sistematika ayat-ayat Al-Quran yang sulit diketahui orang awam dapat mudah diketahui. Al-Quran memang perlu dibumikan sehingga ia mampu mengantarkan manusia pada kehidupan yang terbaik.

Published
2014-01-01
How to Cite
M.Pd.I, M. (2014). Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 25(1). https://doi.org/10.33367/tribakti.v25i1.161

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.