eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/pgmi <p>eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education is a peer-reviewed journal on Islamic Elementary Education field and intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal is published by The Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Tribakti Kediri. The journal is published twice a year (March and September). The editors welcome scholars, researchers and practitioners of Islamic education around the world to submit scholarly articles to be published in this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication.</p> <p>e-ISSN: <a href="http://u.lipi.go.id/1550395462" target="_blank" rel="noopener">2656-7121</a></p> Institut Agama Islam Tribakti Kediri en-US eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education 2656-7121 Implementasi Pendidikan Karakter Religius Di Sekolah Dasar https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/pgmi/article/view/1966 <p><em>The background of this research is the increasing incidence of character devia-tions in the community which shows the weak behavior of students. This is due to the lack of maximum enforcement of religious character in schools. The purpose of the study was to describe the implementation, strategy, and sup-porting aspects as well as aspects of the implementation of religious character education in elementary schools. The writing method uses descriptive qualita-tive and literature review. The data to support the writing of this journal pa-per comes from the literature related to the problem being studied. Various kinds of reference books, namely books, papers, proceedings, scientific journals, and scientific articles come from the internet. Writing maximizes mutual con-tinuity with each other and in accordance with the subject matter. The data obtained are filtered and sorted by subject matter. Then, do writing papers based on data that has been designed which are mutually sustainable in a co-herent manner. The data study method is descriptive and argumentative. The results showed that the implementation of religious character implemen-tation can be seen from 1) The dimensions of the religious character developed. 2) The strategy is implemented through layers of artifacts and layers of values and beliefs. 3) Supporting factors and inhibiting factors. The method in shap-ing the religious character of the students is packaged in the subject matter as well as in the school environment. Thus, the teacher has the most important role in shaping religious character. Regarding how to use it, there are model guides, story methods, and traditional ways of doing things.</em></p> <p>[Latar belakang dari penelitian ini adalah makin maraknya kejadian penyim-pangan karakter dalam lingkungan masyarakat yang menunjukkan lemahnya perilaku peserta didik. Hal itu disebabkan kurang maksimalnya penegakan karakter religius di sekolah. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pelaksanaan, strategi, serta aspek penunjang serta aspek implementasi pendidikan karakter religius di Sekolah Dasar. Metode penu-lisan menggunakan kualitatif deskriptif dan kajian kepustakaan. Data-data untuk menunjang penulisan makalah jurnal ini bersumber kepustakaan ber-sangkutan masalahan yang ditelaah. Berbagai macam acuan pustaka yaitu buku, makalah, prosiding, jurnal ilmiah, dan artikel ilmiah berasal dari inter-net. Penulisan memaksimalkan saling berkesinambungan satu sama lain dan sesuai dengan pokok pembahasan. Data diperoleh disaring serta diurutkan dengan pokok pembahasan. Lalu, melakukan penulisan karya tulis ber-dasarkan data yang sudah dirancang yang saling berkesinambungan secara runtut. Metode kajian data bersifat deskriptif argumentatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan implementasi karakter religius dapat dilihat dari 1) Dimensi karakter religius yang dikembangkan. 2) Strategi yang dilaksanakan melalui lapisan artifak dan lapisan nilai dan keyakinan. 3) Faktor pendukungnya dan faktor penghambatnya. Metode da-lam membentuk karakter religius peserta didik tersebut dikemas dalam ma-teri pelajaran serta di lingkungan sekolah. Sehingga, guru mempunyai peran paling penting untuk membentuk karakter religius. Mengenai cara dipakai ialah panduan teladan, cara kisah, serta cara hal kebiasaan]</p> Muhammad Dhori Tiara Nurhayati Copyright (c) 2022 Muhammad Dhori, Tiara Nurhayati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-03-27 2022-03-27 4 1 1 12 10.33367/jiee.v4i1.1966 Penggunaan Aplikasi Kinemaster untuk Media Pembelajaran IPS Di Kelas V SDN 34 Kinali https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/pgmi/article/view/1977 <p><em>Based on the current situation during the COVID-19 pandemic, as well as regulations made by the government to conduct online learning processes, SDN 34 Kinali follows the circulating rules by studying online to help reduce the transmission of COVID-19 that is being faced. So to continue to carry out the learning process, media is needed in conveying material to students, learning media is a tool used to convey material messages to students that stimulate students' minds and attract students' interest in carrying out learning in order to achieve the expected goals in learning. In this study, the purpose of this study was to use an application for editing learning videos at SDN 34 Kinali Pasaman Barat in class V theme 6 sub-theme 1, in making videos in the Kinemaster application, namely by using various features in order to attract students' interest in listening to lessons during the pandemic. Faced at this time. In the current condition, learning videos are very much used so as not to make students lazy in participating in learning that is carried out if only through wa only. Therefore, the kinemaster used in video editing is a good electronic tool and easy to apply</em></p> <p>[Berdasarkan keadaan pandemi covid-19 saat ini sebagaimana peraturan yang dibuat pemerintah, maka SDN 34 Kinali mengikuti aturan yang beredar dengan belajar secara online. Maka untuk terus menjalankan proses pembelajaran diperlukan media dalam menyampaikan materi kepada siswa, media pembelajaran adalah sebuah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan materi kepada siswa yang merangsang pikiran siswa serta menarik minat siswa dalam melaksanakan pembelajaran agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan pada pembelajaran. Maka perbedaan media pembelajaran pada masa pandemic tentu berbeda dengan pembelajaran sebelum pandemic, yaitu aplikasi media yang digunakan tentu yang menarik fokus siswa dalam belajar. Dalam implementasinya aplikasi media pembelajaran dapat diperoleh oleh semua siswa dalam pembelajaran sehingga dapat memahami penggunaan aplikasi dan materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik. Pada penelitian kali ini memiliki tujuan penggunaan aplikasi untuk editing video pembelajaran pada SDN 34 Kinali Pasaman Barat pada kelas V tema 6 subtema 1, pada pembuatan video di aplikasi kinemaster yaitu dengan menggunakan fitur yang beragam agar dapat menarik minat siswa dalam menyimak pelajaran pada masa pandemi yang dihadapi pada saat ini. Pada kondisi saat ini video pembelajaran sangat digunakan agar tidak membuat siswa menjadi malas dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan bila hanya dengan melaui wa saja. Oleh karna itu kinemaster yang digunakan dalam editing video merupakan alat elektronik yang baik dan mudah dalam pengaplikasiannya. Sehingga dengan begitu siswa ketika melihat materi yang disampaikan melalui aplikasi media pembelajaran yang dibuat semenarik mungkin untuk menarik simpatik siswa agar tertarik kemudian diharapkan mudah dalam menerima materi pembelajaran]</p> Asmarita Adam Mudinillah Copyright (c) 2022 Asmarita, Adam Mudinillah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-03-30 2022-03-30 4 1 13 34 10.33367/jiee.v4i1.1977 Upaya Guru Dalam Mengaplikasikan Model Student Facilitator and Explaining Pada Pembelajaran Tematik Tema 6 di MIN 16 Aceh Barat https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/pgmi/article/view/2312 <p><em>Learning is a process of delivering knowledge carried out by the teacher. In the learning process, a teacher must be creative and innovative in choosing a learning model so as to create a pleasant learning atmosphere. The purpose of this study is to find out the teacher's efforts in implementing the Student Facilitator and Explaining learning model in Theme 6 Thematic Learning and to find out the obstacles experienced by teachers at MIN 16 West Aceh in thematic learning theme 6 by using the student facilitator and learning model. This research is a field research with a qualitative technical approach. In collecting data using interviews, observation and documentation as well as using qualitative analysis techniques. The results showed that the teacher's efforts in implementing the Student Facilitator and Explaining learning model in Theme 6 Thematic Learning at MIN 16 West Aceh were by the teacher explaining the learning competencies to be achieved, presenting the material, providing opportunities for students to explain their conclusions, and re-explaining the material. presented and concluded the learning material and finally closed the lesson. Furthermore, the obstacles faced in the application of the Student Facilitator and Explaining learning model are the different levels of student absorption and the allocation of short lesson hours so that students do not perform optimally in conveying the material in front of the class</em></p> <p>[Pembelajaran merupakan proses penyampaian ilmu yang dilakukan oleh guru. Dalam proses pembelajaran tersebut seorang guru harus kreatif dan inovatif dalam memilih model pembelajaran sehingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru dalam penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining Pada Pembelajaran Tematik Tema 6 dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dialami guru di MIN 16 Aceh Barat pada pembelajaran tematik tema 6 dengan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan teknik kualitatif. Dalam pengumpupulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining Pada Pembelajaran Tematik Tema 6 di MIN 16 Aceh Barat adalah dengan adanya guru memaparkan kompetensi pembelajaran yang hendak dicapai, menyajikan materi, memberikan kesempatan kepada siswa untuk memaparkan kesimpulannya, menerangkan kembali materi yang disajikan serta menyimpulkan materi belajar dan terakhir melakukan penutupan pelajaran. Selanjutnya kendala-kendala yang dihadapi pada penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining ini adalah tingkat daya serap siswa yang berbeda-beda serta alokasi jam pelajarannya yang singkat sehingga siswa tidak tampil maksimal dalam menyampaikan materinya di depan kelas]</p> Abidah Susi Susanti Hanifuddin Jamin Copyright (c) 2022 Abidah Abidah, Susi Susanti , Hanifuddin Jamin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-03-30 2022-03-30 4 1 35 53 10.33367/jiee.v4i1.2312 Development of Quizizz Media for Online Learning for Class IV English Subjects at Madrasah Ibtidaiyah https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/pgmi/article/view/2371 <p><em>This study aims to determine the feasibility of the media based on the responses of material experts and media experts, as well as to determine student responses to the use of Quizizz media in online learning of English subjects at MI Darul Huda Deyeng. The research method used is a type of Research and Development (R&amp;D) by adapting the Dick and Carrey development model. The test subjects in this study were fourth grade students of MI Darul Huda Deyeng. The data collection instrument used is a questionnaire (questionnaire). The technique used in data collection is a questionnaire with a Likert scale. Analysis of the data used is descriptive analysis. From the results of the research conducted, it shows that the Quizizz media in online learning of class IV English subjects at MI Darul Huda Deyeng which has been developed based on the assessment responses from material experts has obtained a feasibility percentage of 80% and is included in the appropriate category, based on the assessment responses by media experts, it is obtained The percentage of eligibility is 82.66% which is included in the very feasible category, while student responses to the Quizizz media developed get a percentage of 82.82% included in the very feasible category.</em></p> <p>[Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media berdasarkan tanggapan penilaian ahli materi dan ahli media, serta untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan media Quizizz dalam pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Inggris di MI Darul Huda Deyeng. Metode penelitian yang digunakan merupakan jenis Research and Devlopment (R&amp;D) dengan mengadaptasi model pengembangan Dick and Carrey. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Darul Huda Deyeng. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu angket (kuisoner). Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu angket dengan skala Likert. Analisa data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa media Quizizz dalam pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa inggris kelas IV di MI Darul Huda Deyeng yang telah dikembangkan berdasarkan tanggapan penilaian dari ahli materi memperoleh presantase kelayakan 80% dan termasuk dalam kategori layak, berdasarkan tanggapan penilaian oleh ahli media mendapat presentase kelayakan 82,66% yang termasuk dalam kategori sangat layak, sedangkan respon siswa terhadap media Quizizz yang dikembangkan memperoleh presentase 82,82%&nbsp; termasuk dalam kategori sangat layak]</p> A. Jauhar Fuad Khotimatul Khusna Copyright (c) 2022 A. Jauhar Fuad, Khotimatul Khusna https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-03-30 2022-03-30 4 1 54 66 10.33367/jiee.v4i1.2371 Analisis Daya Saing Pengembangan Lembaga Pendidikan Di SDI Al-Huda Kota Kediri https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/pgmi/article/view/2327 <p><em>This study aims to determine the management strategy used in the development of SDI Al Huda, Kediri City. Al Huda can experience fairly rapid development in the last 2 periods by implementing total quality management. This is based on the strength of the team work to carry out continuous renewal by improving the quality of service both from the internal and external side of the institution. This is evidenced by the fact that in the last 2 periods, Al Huda has been increasing the number of extracurricular activities offered to the community, excelling, having quotas that have increased even beyond capacity, and starting this year, they have been given the mandate to become a driving school. Researchers used qualitative research and phenomenological approaches. The finding of the success of Al-Huda's development competitiveness is by implementing strategic management by reviewing 2 sides, namely internally and externally of the institution, with the application of TQM. The target of the quality of institutional services in the competitiveness of institutional development through two sides, namely: first, internally in the form of: a.) Quality system within the institution by implementing quality assurance; b.) Quality services between education personnel in schools; c.) Quality services between teachers and students; second, externally in the form of: a.) Quality services between schools and parents; b.) Quality service between school and community.</em></p> <p>[Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen strategik yang digunakan dalam pengembangan di SDI Al Huda Kota Kediri. Al Huda mengalami perkembangan cukup pesat dalam 2 periode terakhir dengan menerapkan total quality management dengan dilandasi kuatnya team work bagian dari kekuatan internal untuk melakukan pembaharuan dan meningkatkan kualitas mutu layanan. Hal tersebut dibuktikan dalam penambahan beberapa kegiatan ekstrakurikuler, pencapaian prestasi, penerimaan peserta didik yang senantiasa meningkat hingga melebihi kapasitas, dan tahun 2022 diberi amanah menjadi sekolah penggerak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Temuan keberhasilan daya saing pengembangan Al-Huda yakni dengan menerapkan managemen strategik dengan meninjau 2 sisi, yakni secara internal dan eksternal lembaga, dengan penerapan TQM. Sasaran mutu layanan lembaga dalam daya saing pengembangan lembaga melalui dua sisi, yakni: pertama, secara internal berupa: a.) Sistem mutu dalam lembaga dengan menerapkan penjaminan mutu; b.) Layanan mutu antara tenaga kependidikan di sekolah; c.) Layanan mutu antara guru dan peserta didik; kedua, secara eksternal berupa: a.) Layanan mutu antara sekolah dan orangtua; b.) Layanan mutu antara sekolah dan masyarakat]</p> Khafidhotun Nasikhah Agus Zaenul Fitri Copyright (c) 2022 khafidhotun Nasikhah, Agus Zaenul Fitri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-03-31 2022-03-31 4 1 67 85 10.33367/jiee.v4i1.2327 Usaha Guru Dalam Mewujudkan Keaktifan Belajar Siswa dengan Media Daring Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MI Ulumiyah Pare Kediri https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/pgmi/article/view/2406 <p><em>The COVID-19 pandemic has brought major changes to the teaching and learning process, including activating Madrasah Ibtidaiyah (MI) students in Akidah Akhlak subjects through bold media. So the researcher aims to analyze the efforts made by the teacher in realizing student learning activities in the Akidah Akhlak subject through the PAKEM method at MI Ulumiyah Tertek Pare Kediri, the application of the PAKEM method in learning Akidah Akhlak to realize student learning activities at MI Ulumiyah Semanding Tertek Pare Kediri, and The background that supports and hinders the efforts made by the teacher in realizing student learning activities in the Akidah Akhlak subject through the PAKEM method at MI Ulumiyah Semanding Tertek Pare Kediri. This type of research is qualitative, the data collection method uses observation, interviews/interviews, and documentation. The results of the study show that the teacher's efforts in realizing student learning activity in the moral aqidah subjects by applying PAKEM learning, namely, the intrinsic effort that is different and depends on each individual, while the extrinsic effort is to activate students in learning and create long-term memories in students. The application of PAKEM in learning includes differences in tools and media used because the learning process is carried out through courage, so students practice at home according to the general equipment in their respective homes. The background is a strong commitment, the creative attitude of the teacher, and a reliable managerial head of the madrasa</em></p> <p>[Pandemi COVID-19 membawa perubahan besar dalam proses belajar mengajar, termasuk mengaktifkan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada mata pelajaran Akidah Akhlak melalui media bold. Maka peneliti bertujuan untuk menganalisis upaya yang dilakukan guru dalam mewujudkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak melalui metode PAKEM di MI Ulumiyah Tertek Pare Kediri, penerapan metode PAKEM dalam pembelajaran Akidah Akhlak untuk mewujudkan aktivitas belajar siswa di MI Ulumiyah Semanding Tertek Pare Kediri, dan Latar belakang yang mendukung dan menghambat upaya yang dilakukan guru dalam mewujudkan kegiatan belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak melalui metode PAKEM di MI Ulumiyah Semanding Tertek Pare Kediri. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, metode pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara/ wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam mewujudkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak dengan menerapkan pembelajaran PAKEM yaitu, upaya intrinsik yang berbeda-beda dan tergantung pada masing-masing individu, sedangkan upaya ekstrinsik adalah mengaktifkan siswa dalam belajar dan menciptakan ingatan jangka panjang pada siswa. Penerapan PAKEM dalam pembelajaran meliputi perbedaan alat dan media yang digunakan karena proses pembelajaran dilakukan melalui keberanian, sehingga siswa berlatih di rumah sesuai dengan perlengkapan umum di rumahnya masing-masing. Dilatarbelakangi komitmen yang kuat, sikap kreatif guru, dan pimpinan madrasah yang handal]</p> Yasin Nurfalah Copyright (c) 2022 Yasin Nurfalah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-03-31 2022-03-31 4 1 86 102 10.33367/jiee.v4i1.2406 Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Negara Singapura, Jepang Dan Korsel Beserta Dampaknya Terhadap Pendidikan di Sekolah Dasar Di Negara Indonesia https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/pgmi/article/view/2427 <p><em>This article aims to compare character education policies in primary schools in three countries namely Singapore, Japan and South Korea and the impact of these policies on primary schools in Indonesia. this article is motivated by the fact that Indonesia is one of the most populous countries in the world. This is because Indonesia has not been able to control the number of births in Indonesia. Therefore, it is necessary to strive to foster creativity by improving the quality of Education. This is because Indonesia is a developing country, it cannot be separated from the process of improving the quality of Education. This study is a diagnostic study. This writing uses doctrinal (normative) methods, and this article aims to clarify the Policy Foundation in character education. All the information that has been collected is processed by analyzing the results of the literature review by comparing the character of Education from three countries and seeing the impact on character education in Indonesian primary schools. Indonesia's education is becoming more community-centric. International education must be redeveloped in order to change for the better. Comparing the character of Primary School Education of the three countries related to education in East asia and the Pacific, recorded in the WEF World Economic Forum, Singapore ranked 11th and Japan ranked 17th. While South Korea maraih ranked 27th. The three countries are countries that have a high commitment to improving human resources through an education. While Indonesia ranked 65th out of 130 countries in the world.</em></p> <p>[Artikel ini bertujuan untuk meembandingkan kebijakan pendidikan karakter di sekolah dasar di tiga negara yakni negara Singapura, Jepang dan Korea Selatan serta&nbsp; dampak kebijakan tersebut pada&nbsp; sekolah dasar di Indonesia. artikel ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara terpadat di dunia. Ini dikarenakan Indonesia belum mampu untuk mengontrol jumlah kelahiran di Indonesia. Oleh karena itu, perlu diupayakan untuk menumbuhkan kreativitas dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini karena negara Indonesia merupakan negara berkembang, maka tidak dapat dipisahkan dari proses peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini adalah penelitian diagnostik. Penulisan ini mengggunakan metode doktrinal (normatif), dan artikel ini mempunyai tujuan untuk memperjelas landasan kebijakan dalam pendidikan karakter.&nbsp; Semua Informasi-informasi yang telah terkumpul diolah dengan menganalisis hasil literature review dengan membandingkan karakter Pendidikan dari&nbsp;&nbsp; tiga negara dan melihat dampaknya terhadap pendidikan karakter di sekolah dasar Indonesia. Pendidikan Indonesia menjadi lebih focus pada&nbsp;&nbsp; community-centric. Pendidikan internasional harus dikembangkan kembali agar bisa berubah menjadi lebih baik. Membandingkan pendidikan karakter sekolah dasar ketiga negara terkait Pendidikan di asia timur dan Pasific, tercatat di WEF World Economic Forum&nbsp;&nbsp; negara Singapura meraih peringkat ke 11 dan negara Jepang meraih peringkat ke 17.&nbsp; Sedangkan Korsel maraih peringkat ke 27. Ketiga Negara tersebut merupakan negara yang memiliki komitmen tinggi terhadap peningkatan SDM melalui sebuah Pendidikan.&nbsp; Sedangkan Indonesia meraih peringkat ke 65 dari 130 negara di dunia]</p> Nur Maslikhatun Nisak Nur Kholis Niswah Khoiriyah Copyright (c) 2022 Nur Maslikhatun Nisak, Nur Kholis, Niswah Khoiriyah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-03-31 2022-03-31 4 1 103 119 10.33367/jiee.v4i1.2427 Pengembangan Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) Terintegrasi Games Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/pgmi/article/view/2501 <p><em>Learning is a process of delivering knowledge carried out by the teacher. In the The objective of this developing approach is to understand the description of the needs analysis of the games-integrated Numbered Heads Together (NHT) learning model in Bahasa Indonesia subject, how to design games-integrated Numbered Heads Together (NHT) learning model in Bahasa Indonesia subject, and to measure the validity of games-integrated Numbered Heads Together (NHT) learning model. The type of this research is R&amp;D and was developed using the ADDIE model which consists of the analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The data collection technique was carried out using interview guidelines given to fifth grade teachers to find out the curriculum used, and the problems experienced by the teacher during the learning process. As for the use of questionnaires and student knowledge tests, they were given to fifth grade students of SDN 9 Matekko as subjects to measure the level of understanding, knowledge and learning abilities of students. Needs analysis using tests showed that students lack of understanding of the essay material resulted in a score below the Cut Score Grading (KKM), and student questionnares showed that students liked the learning model that was carried out in groups and integrated with games. The design of the games-integrated NHT learning model is in the form of a guidebook that contains detailed syntax according to the learning objectives. The validity of the games-integrated NHT learning model showed valid result with a score of 79% for design validation, and very valid with a score of 90% for language validation, and 91% for validation of the learning model implementation</em></p> <p>[Tujuan dilakukannya pengembangan ini adalah untuk mengetahui deskripsi analisis kebutuhan model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) terintegrasi games pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, mengetahui perancangan model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) terintegrasi games, dan mengetahui tingkat kevalidan model pembelajaran NHT (Number Heads Together) terintegrasi games. Jenis penelitian ini adalah R&amp;D dan dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara yang diberikan kepada guru kelas V guna mengetahui kurikulum yang digunakan, dan masalah-masalah yang dialami guru selama proses pembelajaran. Adapun penggunaan angket dan tes pengetahuan siswa, diberikan kepada siswa kelas V SDN 9 Matekko sebagai subyek untuk mengukur tingkat pemahaman, pengetahuan dan kemampuan belajar siswa. Analisis kebutuhan menggunakan tes menunjukkan hasil bahwa kurangnya pemahaman siswa mengenai materi karangan sehingga diperoleh nilai dibawah KKM, dan angket siswa diperoleh hasil bahwa siswa menyukai model pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dan diintegrasikan dengan games. Perancangan model pembelajaran NHT terintegrasi games berupa buku panduan yaitu berisi sintaks yang dirinci sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kevalidan model pembelajaran NHT terintegrasi games menunjukkan hasil valid dengan perolehan skor 79% untuk validasi desain, dan sangat valid dengan perolehan skor 90% untuk validasi bahasa, dan 91% untuk validasi penerapan model pembelajaran]</p> Ica Novita Sari Edhy Rustan Muhammad Ihsan Copyright (c) 2022 Ica Novita Sari, Edhy Rustan, Muhammad Ihsan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-03-31 2022-03-31 4 1 120 134 10.33367/jiee.v4i1.2501