Eksistensi Pendidikan Multikultural dalam Menghadapi Paham Radikalisme

  • Siti Ngaisah Institut Agama Islam Tribakti Kediri, Indonesia
  • Yasin Nurfalah Institut Agama Islam Tribakti Kediri, Indonesia
Keywords: Eksistensi Pendidikan Multikultural, Radikalisme

Abstract

This research, was born from a small part of anxiety over the understanding of radicalism in educational institutions. Many researchers claim that the spread of radicalism in Indonesia has been very acute, the article has spread to elementary students. Nevertheless, many are optimistic that multiculturalism education is one of the antidotes to the understanding of radicalism. This encourages researchers to assess the existence of multiculturalist education in facing radicalism in the Wanengpaten State Elementary School, Gampengrejo District, Kediri. This study uses a descriptive qualitative approach. The method used is, interviews with stakeholders at the institution, observing activities in implementing multicultural education values and tracking documents related to the educational institution. As a result, the key to counteract radicalism is religious understanding and awareness of the dangers of radicalism. Without it, the de-radicalization program would not be possible.

[Penelitian ini, lahir dari bagian kecil kegelisahan mengatasi paham radikalisme di lembaga-lembaga pendidikan. Banyak peneliti menyatakan bahwa penyebaran radikalisme di Indonesia sudah sangat akut, pasalnya sudah menyebar pada peserta didik dasar. Meski demikian, banyak pula yang optimis bahwa pendidikan multikulturalisme menjadi salah satu penangkal paham radikalisme. Hal ini, mendorong peneliti untuk mengakasi eksistensi pendidikan multikulturalis dalam menghadapi paham radikalisme di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wanengpaten, Kecamatan Gempengrejo, Kabupaten Kediri, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif. Metode yang digunakan adalah, waancara kepada stakeholder pada lembaga tersebut, observasi kegiatan dalam implemantasi nilai-nilai pendidiakn multikulturalisme dan melacak dokumen-dokumen terakait lembaga pendidikan tersebut.  Hasilnya, kunci menangkal radikalisme adalah pemahaman keagamaan dan sadar bahaya radikalisme. Tanpa itu, program deradikalisasi tidak mungkin bisa dilaksanakan.]

References

Abdul Munip, “Menangkal Radikalisme Agama di Sekolah”, Jurnal Pendidikan Islam, vol 1. No. 2, (Desember, 2015)

Azra, Muhammad Najib, “Yang Muda, Yang Radikal: Refleksi Sosiologis Terhadap Fenomena Radikalisme Kaum Muda Muslim di Indonesia Pasca Orde Baru,” Jurnal Maarif, Vol.8 No.1 (Juli 2015),

Azca, Muhammad Najib. “Yang Muda, Yang Radikal: Refleksi Sosiologis Terhadap Fenomena Radikalisme Kaum Muda Muslim di Indonesia Pasca Orde Baru” Jurnal Maarif, Vol. 8, No. 1 (Juli 2013): 14-41. Diakses dari http://maarifinstitute.org/ images/xplod/jurnal/vol%20viii %20no%201%20juli %202014. pdf tanggal 18 April 2019.

Abdillah, https://www.merdeka.com/peristiwa/5-murid-sd-di-tarakan-dilarang -hormat-bendera.html, diakses 30 Januari 2019

Ahmad Najib Burhani. “Islam Dinamis (Menggugat Peran Agama Membongkar Doktrin yang Membatu)” (Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara. Cet.1, 2004).

Abdul Majid, dan Dian Andayani, “Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi Kurikulum,” (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005),

BNPT: Hati-Hati Radikalisme di Kalangan Mahasiswa Capai Angka 20,3%” (http://diktis.kemenag.go.id/index.php?berita=detil&jd=162) diakses pada 30 Januari 2019).

Cavatorta, Francesco,. The ‘War on Terrorism’—Perspectives from Radical Islamic Groups. Journal of Irish Studies in International Affairs, Vol. 16 (2005). Diakses dari http://doras.dcu.ie/488/1/isia_ 05_1_2019

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka 1995, Edisi II)

Mukhibat, “Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme Berbasis Studi Etnopedagogi di PTNU Dalam Membentuk Keberagamaan Inklusif dan Pluralis”, Islamica:Jurnal Studi Keislaman, vol. 10, No. 1, (September, 2015)

Mulyadi Mudis Taruna, Perbedaan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam”, Jurnal Analisa, Vol.2, No 1 (Palu: IAIN, 2014),

Suparlan, Parsudi, “Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural” dalam Artikel CMDD, (Jakarta, CMDD Online), p. 1. http:// www. scripps.ohiou.edu/news/cmdd/ artikel_ps.htm

Turmudi, Endang dan Riza Sihbudi, “Islam dan Radikalisme di Indonesia.” Cet.I; (Jakarta: LIPI Press. Cet.1.2005)

Parsudi Suparlan, “Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural,” Makalah. Disampaikan pada Simposium Internasional Bali ke-3, Jurnal Antropologi Indonesia, (Denpasar Bali, 16-21 Juli 2012),

Zubadki, Zora A, “Kaum Muda dan Radikalisme” Jurnal Maarif, Vol. 8, No. 1 (Juli 2013): 14-41. Diakses dari http://maarifinstitute.org/ images/xplod/jurnal/vol%20viii %20no%201%20juli %202013.pdf tanggal 30 Januari 2019.

Published
2020-03-31
How to Cite
Ngaisah, S., & Nurfalah, Y. (2020). Eksistensi Pendidikan Multikultural dalam Menghadapi Paham Radikalisme. EL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education, 2(1), 27-40. https://doi.org/10.33367/jiee.v2i1.1077