https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/issue/feed Journal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah 2019-08-19T11:18:18+07:00 Ana anadhila18@yahoo.com Open Journal Systems https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/705 ATM Crime 2019-03-20T13:32:11+07:00 Ana Fadhilah dhilaana@gmail.com <p>Pertengahan Maret 2018 lalu, diberitakan tiga kantor BRI Wilayah Kediri Bagian Selatan yaitu BRI Unit Ngadiluwih, Unit Kras dan Unit Purwokerto menjadi incaran mereka, dugaan terkuat serangannya melalui teknik <em>skimming</em>. Penelitian ini bertujuan menganalisis reputasi bank, penanganan masalah serta kepuasan nasabah dan loyalitasnya pada Bank BRI pasca terjadinya kasus <em>skimming ATM</em>. Metode yang digunakan dengan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner pada 100 nasabah dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Teknik analisis data menggunakan MRA (<em>Moderated Regression Analysis</em>) yakni aplikasi khusus regresi berganda linear yang dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen) dengan rumus persamaan regresi. Dari hasil uji secara parsial dari ketiga variabel terdapat dua variabel yaitu Zpenanganan masalah dan Zkepuasan nasabah yang berpengaruh pada loyalitas nasabah. Sedangkan variabel Zreputasi bank tidak berpengaruh terhadap loyalitas nasabah. Adapun dari hasil variabel independen Zreputasi bank, Zpenanganan masalah, kepuasan nasabah dan AbsX1_X2_X3 secara simultan mempengaruhi loyalitas nasabah. Berdasarkan dari hasil output koefisien dengan uji lanjut residual menunjukkan nilai jelas variabel loyalitas signifikan dengan sig. 0,000 di bawah 0,05 sedangkan nilai koefisien parameternya positif. Bisa disimpulkan variabel kepuasan nasabah bukanlah dianggap variabel moderating kalau nilai koefisien parameternya negatif dan signifikan</p> 2019-03-20T13:31:38+07:00 Copyright (c) 2019 At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/737 Elastisitas Akad Al-Ijarah (Sewa-Menyewa) Dalam Fiqh Muamalah Persfektif Ekonomi Islam 2019-04-01T12:02:09+07:00 Jamaluddin Jamaluddin jamaluddin_bukhari@gmail.com 2019-03-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Prodi Perbankan Syari'ah https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/739 Pedagang Kaki Lima Perspektif Ekonomi Islam 2019-04-01T12:14:39+07:00 Nurhadi Nurhadi alhadijurnal@gmail.com <p>Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan salah satu bentuk usaha yang mempunyai jiwa kewirausahaan yang tinggi dan mampu bersaing di tengah persaingan perekonomian. Keberadaan PKL cenderung dilatar belakangi persoalan minimnya lapangan pekerjaan yang di sediakan oleh pemerintah, upaya bertahan hidup, minimnya modal usaha disektor formal, aturan dan birokrasi yang rumit, pekerjaan sementara dan faktor keturunan serta profesi, menjadikan usaha PKL sebagai salah satu alternative yang dapat di lakukan oleh masyarakat.&nbsp; PKL atau dalam bahasa inggris disebut juga street trader selalu dimasukkan dalam sektor informal. PKL adalah orang yang berdagang menggunakan gerobak atau menggelar dagangannya di pinggir-pinggir jalan atau trotoar jalan kota di sekitar pusat perbelanjaan/pertokoan, pasar, pusat rekreasi/hiburan, pusat perkantoran dan pusat pendidikan, baik secara menetap atau setengah menetap, berstatus tidak resmi atau setengah resmi dan dilakukan baik pagi, siang, sore maupun malam hari dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dengan tidak melibatkan pihak lain secara terikat. Istilah pedagang kaki lima pertama kali dikenal pada zaman Hindia Belanda, tepatnya pada saat Gubernur Jenderal Stanford Raffles berkuasa. Perkembangan pedagang kaki lima dalam lintas sejarah perekonomian umat manusia mengalami kemajuan dan kemoderenan. Ketidakpuasaan dengan kebijakan pemerintah terkait pengalokasian para pelaku PKL, melahirkan pedagang yang turun ke masyarakat secara langsung, yang disebut dengan pasar kaget. Padangan Islam terhadap PKL adalah sebagi wujud berekerja keras, namun dalam pelaksanaan perdagangan PKL mesti mematuhi symbol-simbol syariat, mislanya jujur, amanah, tidak menipu dan menepati janji. Berkaitan dengan pemimpin atau penguasa, maka Islam memandang PKL dibenarkan jika ada kesepakatan dengan pemerintah dan tidak menganggu kepentingan umum yang lebih maslahat.</p> 2019-03-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/738 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volume Penempatan Dana Perbankan Syariah pada Sertifikat Bank Indonesia Syariah 2019-04-01T12:16:25+07:00 Hilmy Baroroh hilmibaroroh@gmail.com 2019-04-01T12:16:25+07:00 Copyright (c) 2019 Journal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/742 Pengaruh 5 Dimensi Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan 2019-04-11T13:47:40+07:00 Ustadus Sholihin ustadussholihin@uniska-kediri.ac.id <p>5 Dimensi Kualitas pelayanan yang terdiri dari wujud, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati merupakan hal yang sangat penting sekali karena berhubungan secara langsung dengan konsumen atau pelanggan. Dalam rangka memelihara pelanggan salah satunya yang ditempuh oleh perusahaan adalah menggunakan 5 dmensi kualitas pelayanan agar pelanggan merasa puas dan pada akhirnya tdk mau berpindah ke produk perusahaan lain. Metode penelitian yang dipakai adalah beberapa uji prasyarat dan regresi berganda. Dari hasil uji regresi berganda mendapatkan hasil sebagai berikut : y= -1,249 + 0,269x1 + 0,283x2 + 0,145x3 + 0,171x4+(-0,019)x5. Dari hasil analisis tersebut variable x2 yaitu kehandalan&nbsp; merupakan variable yang paling dominan dibanding variable lainnya. Dari hasil analisis R square mendapatkan nilai yang sangat layak sebesar 0,809 atau 80,9 %&nbsp; artinya variable x yaitu yang terdiri dari wujud, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati mampu mempengaruhi variable y, yaitu kepuasan pelanggan sebesar 80,9% dan sisanya 19,1% variabel diluar yang tidak diteliti mampu mempengaruhi kepuasan pelanggan. Dari hasil analisis ini Joglo batik seminar kediri harus mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.</p> 2019-03-20T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2019 At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/876 Kontribusi Pasar Modal Syariah dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesai 2019-08-19T11:18:18+07:00 Khairan Khairan emhakhairan@gmail.com <p>Kehidupan yang semakin kompleks akan mendorong berbagai pihak untuk mencapai segala sesuatu secara instan, mudah dan terorganisasi. Karena Al-Quran dengan tegas&nbsp; melarang aktivitas penimbunan&nbsp;terhadap harta yang dimiliki sehingga investasi sangat dianjurkan agar harta yang dimiliki menjadi produktif dan juga mendatangkan manfaat bagi orang lain. Melalui pasar modal investasi harta dan kegiatan transaksi ekonomi terlepas dari hal-hal yang dilarang seperti: riba, perjudian, spekulasi dan lain-lain. Pasar modal merupakan salah satu alternatif sumber pendanaan bagi perusahaan sekaligus sebagai sarana investasi bagi para pemodal. Pasar modal berfungsi sebagai sarana untuk memobilisasi dana masyarakat dan untuk mencari kepemilikan saham suatu perusahaan dengan cara menjualnya. Sedangkan pasar modal syariah berfungsi sebagai media investasi bagi umat Islam di pasar modal yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Kontribusi Pasar Modal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia terbukti secara signifikan,yaitu dengan keberadaan pasar modal&nbsp; dapat meningkatkan nilai dan jumlah investasi di Indonesia, sehingga terbuka lapangan kerja dan kesejahteraan&nbsp; ekonomi masyarakat secara otomatis akan meningkat.</p> 2019-08-18T14:29:43+07:00 Copyright (c) 2019 Journal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah