Islamologi: Ide Open Society

  • ali imron IAIT Kediri
  • Moch. Mukhlison institut agama islam tribakti kediri
Keywords: Islamologi,, Open Society

Abstract

Dalam metodologi studi agama banyak muncul teori dan ide baru atas dasar problematika empirik masyarakat sosial,’’Tidakkah kita semua berasal dari bapak moyang yang satu ?, Tidakkah kita diciptakan oleh Tuhan yang satu juga?, Mengapa kita kemudian tidak saling mempercayai satu sama lain?”.  Dari sinilah terlintas dalam pemikiran penulis tentang sebuah ide yang terbaca dalam wujud open society atau munculnya bangunan masyarakat terbuka dengan ciri-ciri tertentu akibat terjadinya proses interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan studi pustaka (Library Research), penelitian yang menggunakan basis karya tulisa ilmiah sebagai objek kajian. Hasil penelitian ini, open society mampu disinergikan dengan ajaran agama islam dalam doktrin normatifitas-nya hingga aplikasi ayat-ayat sosial yang melatar belakangi perintah mewujudkan cita-cita tuhan dalam setiap ayat-ayat semua agama yang ada dan tetap eksis hingga sekarang.

References

Alwi Shihab, Islam Inklusif, Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama, (Bandung: Mizan, 1999)
Amitai Etzioni, The New Golden Rule, Community and Morality in a Democratic Society, (New York: Basic Books 1997)
Aliya Harb, Relativitas Kebenaran Agama: Kritik dan Dialog, (Jogjakarta: Ircisod, 2001)
Depag RI, Al Qur’an dan Terjemahannya, (Semarang: Thaha Putra, 1995)
Doyle Paul Johnson, Teori Sosiologi Klasik dan Modern, Terj. Robert MZ. Lawang, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1994)
Doyle Paul Johnson, Man, Decisioms, Society, (New York: Gordon and Breach Science Publisher, 1987)
Departemen Agama Republik Indonesia, Al Qur’an dan Terjemahnya, (Semarang: Thaha Putra, 1995)
Ira, M. Lapidus, Sejarah Sosial Umat Islam, Bag. I dan II. Terj. Ghufron A. Mas’adi (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000).
Tom Rockmore, Heidegeer and French Philosophy, Humanism, Anti Humanism, and Being, (New York, TJ Press, 1995)
Lembaga Al-Kitab Indonesia (Depag RI), Kitab Suci Katolik, Al Kitab Katolik Deuterokanonika, (Jakarta: Arnoldus Ende, 2000)
Leonard Binder, Islamic Liberalism: A. Critique of Development Ideologies, (London: The University of Chicago Press, 1988)
Lorens Bagus, Kamus Filsafat, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996)
Muhammad Ibnu Jarir ath-Thabari, Jami’al Bayan fi Tafsir al-Qur’an, (Mesir: Al-Halabi, 1954)
Muhammad A.S. Hikam, Islam, Demokratisasi dan Pemberdayaan Civil Society, (Jakarta: Erlangga, 2000)
Muhammad Iqbal, Tajdid al-Fikr ad-Din (Kairo: Al Nahdhah, 1963).
Mircea Aliade, dkk, Metodologi Studi Agama, Terj. Ahmad Norma Permata, Ed., (Jogjakarta: Pustaka Pelajar, 2000)
M. Quraish Shihab, Wawasan Al Qur’an: Tafsir Maudlu’i atas Pelbagai Persoalan Umat, (Bandung: Mizan, 1996)
Muhammad Hidayat Rahz, Menuju Masyarakat Terbuka, Ed. (Jogjakarta: Ashoka Indonesia, 1999)
Noeng Muhajir, Metodologi Penelitian Kualitatif, Ed. III (Jogjakarta: Rake Sarasin, 1996)
Raimond Williams, Culture and Society, Art, Democracy, Class, Culture, Industry, 1780 – 1950 (Australia: Penguin Books, 1961)
Ronald L. Johnstone, Religion in Society, A Sociologi of Religion, (United States of Amerika: Prentice Hall, 1983)
Published
2020-06-13
How to Cite
imron, ali, & Moch. Mukhlison. (2020). Islamologi: Ide Open Society. Jurnal Kopis: Kajian Penelitian Dan Pemikiran Komunikasi Penyiaran Islam, 2(2), 66-76. Retrieved from https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/kopis/article/view/1207

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.