Penundaan Perkawinan Di Masa Pandemi Covid-19 Perspektif Teori Maslahah

  • Mohd.Rafi Riyawi STAI Hubbulwathan Duri
Keywords: Perkawinan, Pandemi, Maslahah

Abstract

Masa pandemi akibat wabah Covid-19 telah melanda hampir seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia yang memiliki dampak yang ditimbulkan akibat wabah ini baik dari segi sosial, ekonomi dan lain sebagainya, hal serupa juga dalam ranah pernikahan. Prosesi pernikahan yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh calon maupun keluarga pengantin dengan berat hati harus ditunda. Karena penundaan pernikahan ini menimbulkan banyak dampak negatif. Oleh karena itu penelitian ini fokus pada kajian penundaan perkawinan pada masa pandemi Covid-19 dalam teori maslahah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini menampilkan gejala suatu tradisi tertentu yang secara fundamental tergantung pada pengamatan manusia dalam wilayahnya sendiri dan berhubungan pada orang-orang tersebut dalam bahasanya dan peristilahannya. Hasil dari penelitian ini adalah analisis maslahah mendukung adanya edaran dari pemerintah untuk sementara menunda pelaksanaan perkawinan di masa pandemi Covid-19. Meskipun demikian kemaslahatan akan sulit terwujud tanpa adanya upaya bersama dalam melawan mengurangi dan mencegah penyebaran Covid-19 ini. Dengan menolak sebuah kemadharatan maka yang tercipta hanyalah tinggal kemaslahatan.

References

A. Djazuli, Ilmu Fiqih: Penggalian, Perkembangan dan Penerapan Hukum Islam, Cet. 8, (Jakarta: Kencana Prenada Media Gruop, 2012).

Abdul Aziz Muhammad Azzam, Abdul Wahab Sayyed Hawwas, Al-Usroh Wa Ahkamuha Fi Al-Tasyri’Al-Islami, Terj. Abdul Majid Khon, Fiqih Munakahat (Jakarta: Imprint Bumi Aksara, 2011).

Abdul Majid, Mahmud Mathlub, Panduan Hukum Keluarga Sakinah, (Solo: Intermedia, 2005).

Abū Ḥāmid al-Ghazālī, al-Mustaṣfā min ‘Ilm al-Uṣūl, (Kairo: Sidrah al-Muntahā, 2009).

Ahmad Atabik dan Khoridatul Mudhiiah. “Pernikahan dan Hikmahnya Perspektif Hukum Islam.” Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam 5 No. 2, (Desember 2014), 286-316. http://dx.doi.org/10.21043/yudisia.v5i2.703

Ahmad Faruq, Ketidakmampuan Menafkahi Istri Oleh Suami Sebagai Alasan Fasakh Nikah (Studi Komparatif Antara Madzhab Syafi’i Dan Madzab Hanafi), Jurnal Irtifaq, Vol. 7, No. 1, 2020.

Ali Imron. “Memahami Konsep Perceraian Dalam Hukum Keluarga.” Buana Gender: Jurnal Studi Gender dan Anak I No. 1, (Januari-Juni 2016), 16-27. https://dx.doi.org/10.22515/bg.v1i1.66

Amir Syarifuddin, Ushul Fiqh, Cet. 6, Jilid 2, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011).

Beni Ahmad Saebani, Fiqh Munakahat 1, (Bandung: Pustaka Setia, 2009).

Busyro, Maqashid Syari’ah: Pengetahuan Mendasar Memahami Maslahah, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2019).

Dumilah Ayuningtyas, ed., Bunga Rampai Covid-19: Buku Kesehatan Mandiri Untuk Sahabat#Dirumahaja, (Depok: PD Prokami Kota Depok, 2020).

Hari Widiyanto, Konsep Pernikahan Dalam Islam (Studi Fenomenologis Penundaan Pernikahan Di Masa Pandemi), Jurnal Islam Nusantara, Vol. 4, No. 1, 2020.

Himpunan Peraturan Perundang-undangan Dalam Lingkungan Peradilan Agama, (Jakarta: Depag R.I., 2004).

Icep Maulana Mansur Hidayat, dkk., Fasakh Perkawinan Karena Alasan Cacat Badan Menurut Pandangan Wahbah Az Zuhaili dan Imam Madzhab, Jurnal Istinbath Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol. 13, No. 2, 2018.

Ismail R al-Faruqi, Islamisasi Pengetahuan, Terj. Anas Muhyidin, (Bandung: Pustaka, 2010).

Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Cet. 36, (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Offset, 2017).

M Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, Cet. 1, (Jakarta: Lentera Hati, 2002).

M. Nur Kholis Al Amin, Menakar Nilai Kemanfaatan dari Penangguhan Walimat Al-‘Ursy Di Masa Darurat Covid-19 Melalui Sadd Adz-Dzari’ah, Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 10, No. 1, 2020.

Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, (Jakarta: Wadzurya, 1989).

Moh. Mufid, Ushul Fiqh Ekonomi dan Keuangan Kontemporer: Dari Teori ke Aplikasi, Edisi Kedua, Cet. 2, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2018).

Moh. Rivai, Ushul Fiqih I (Bandung: Al-Ma’arif, 1987).

Muḥammad Abū Zahrah, Uṣūl al-Fiqh, Terj. Saefullah Ma’shum, dkk, Cet. 3, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001).

Mursyid Djawas, Fasakh Nikah dalam Teori Maṣlaḥah Imām Al-Ghazālī, El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, Vol. 2 No.1, 2019.

Nasr Farid Muhammad Washil, Qawa’id Fiqhiyyah, (Jakarta: Amzah, 2009).

Shofiatul Jannah, Penundaan Perkawinan Di Tengah Wabah Covid-19, Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS), Vol. 2, No. 1, 2020.

Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah, Al-Jami’ Fi Fiqhi An-Nisa’, Terj. Abdul Ghoffar, Fiqih Wanita, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 1998).

Tim Pustaka Phoenix, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cet. 3, Edisi Kedua, (Jakarta: Pustaka Phoenix, 2009).

Wael B. Hallaq, A History of Islamic Legal Theories, Terj: E. Kusnadiningrat & Abdul Haris bin Wahid, Cet. 2, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001).

Yapiter Marpi, Keabsahan Hukum Pernikahan Tanpa Adanya Walimatul Ursy di Masa Kahar Pandemi Covid-19, As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Vol. 2, No. 2, 2020.

Zarkasji Abdul Salam dan Oman Fathurohman SW, Pengantar Ilmu Fiqh Usul Fiqh, (Yogyakarta: Lembaga Studi Filsafat Islam, 1994).

Published
2021-06-24
How to Cite
Mohd.Rafi Riyawi. (2021). Penundaan Perkawinan Di Masa Pandemi Covid-19 Perspektif Teori Maslahah. Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(2), 160-176. https://doi.org/10.33367/legitima.v3i2.1761