Cerai Gugat Istri Akibat Suami Dipidana Penjara Menurut Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif

(Analisis Putusan Nomor. 609/Pdt.G/2018.PA.Kdr)

  • Jefri Sulthonudin Institut Agama Islam Tribakti Kediri
  • Yustafad Institut Agama Islam Tribakti Kediri
  • Abdul Halim Musthofa Institut Agama Islam Tribakti Kediri
Keywords: Cerai Gugat, Analisis putusan, Perspektif Hukum Islam

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dalil-dalil dan pertimbangan hukum yang  digunakan oleh Hakim Pengadilan Agama Kota Kediri dalam perkara cerai gugat akibat suami dipidana penjara, dalam Putusan No.609/Pdt.G/2018/PA.Kdr. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan berbagai data yang valid dan obyektif,  dilakukan secara langsung, dimana obyek yang diteliti adalah dasar hukum dan pertimbangan hakim. Fokus penelitian ini adalah  melihat bagaimana putusan hakim Pengadilan Agama Kota Kediri terhadap perkara cerai gugat k arena suami dipidana penjara. Selain itu, data yang telah diperoleh terkait perkara cerai gugar karena suami dipenjara akan dianalisis dalam tinjauan hukum Islam dan hukum positif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hakim berusaha objektif dan berhati-hati dalam memutuskan perkara cerai gugat akibat suami dipidana penjara, karena bukan hanya faktor suami dipidana, tetapi ada beberapa faktor lain yang melatarbelakanginya, yaitu sering terjadinya kekerasan fisik terhadap istri (Penggugat), maka peristiwa tersebut dapat ditindak lanjuti  dengan gugatan cerai yang diajukan oleh istri (penggugat) dan hal ini  diperbolehkan oleh hukum  Islam maupun hukum positif.

References

Tim Redaksi Nuansa Aulia, Kompilasi Hukum Islam cet-3 Bandung: Nuansa Aulia, 2012.

Syed mahmudunnasir, Islam Konsepsi Dan Sejarahnya Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1991.

Syaikh Kamil Muhammad uwaidah, fiqih wanita Jakarta: Pustaka al-kautsar, 1998.

Tim penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua .Balai Pustaka : Jakarta 1997.

Muhammad Syaifuddin, dkk, Hukum Perceraian cet. 2 .Sinar Grafika : Jakarta 2014.

Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah juz 8. Bandung: PT. Alma Arif 1987.

Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta : Kencana, 2006.

Husein Muhammaad, “Pembaharuan Hukum Keluarga Islam di Indonesia”,

http://www.jurnalperempuan.com/Yip.jpo/?act=artikel7c-25, November 2014, diakses tanggal 12 Februari 2019.

Dahlan Idhamiy, Azas-AzasFikih Munakahat, Hukum Keluarga Islam. Surabaya: Al-Ikhlas 2010.

M Quraish Shihab, Wawasan Qur’an Tafsir Maudhi Atas Berbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, 1996.

Abdul Manan dan Fauzan, Pokok-pokok Hukum Perdata Wewenang Peradilan Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2002.

Aahamjad Rofiq, Hukum Perdata Islam Di Indonesia. Jakarta: Raja Grapindo Persada, 2013.

Amiruddin dan Zainal Asyikin, Pengantar metodologi penelitian hukum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada 2004.

Cholid Narbuko, ABU achmadi, Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Bumi Askara 2007.

Published
2019-12-31
How to Cite
Sulthonudin, J., Yustafad, & Musthofa, A. H. (2019). Cerai Gugat Istri Akibat Suami Dipidana Penjara Menurut Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif : (Analisis Putusan Nomor. 609/Pdt.G/2018.PA.Kdr). Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(1), 1-16. https://doi.org/10.33367/legitima.v2i1.1072

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.