http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/issue/feed Jurnal Pemikiran Keislaman 2019-02-14T09:43:02+07:00 Zaenal Arifin zae.may13@gmail.com Open Journal Systems <p>The focus of this journal is to publish the results of research and thoughts on Islamic studies in the form of research articles and book reviews and thoughts.&nbsp;This journal contains articles that discuss Islamic studies and thoughts which include Culture, social, Education, politics, law, economics, and communication. This journal was published by Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri with frequency published online biannually in January and July. To access&nbsp;or download articles published, visit<strong> <a href="/index.php/tribakti/issue/archive" target="_self"><strong>Archives</strong></a></strong></p> <div><strong><strong>P-ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1180429717" target="_blank" rel="noopener">1411-9919</a>&nbsp;&nbsp;</strong></strong><strong><strong>E-ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1447849406" target="_blank" rel="noopener">2502-3047</a></strong></strong></div> http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/659 Tlatah dan Tradisi Keagamaan Islam Mataraman 2019-02-14T09:32:22+07:00 A. Jauhar Fuad info.ajauharfuad@gmail.com <p>Tulisan ini menjelaskan tlatah tradisi mataraman, proses dialogis antara budaya dan Islam dan tradisi keagamaan Islam Mataraman. Kesimpulan tulisan ini, <em>pertama </em>tradisi tlatah dan Mataraman pertama terkait dengan kerajaan Mataram. Dalam hal wilayah Mataraman, terletak di bagian barat Jawa Timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Dari aspek sosial-politik wilayah ini memiliki pengaruh dari pekerjaan pra-Islam Mataram hingga zaman Islam. <em>Kedua</em>, proses pencerahan budaya terjadi melalui proses dialogis. Perjalanan menganeksasi tradisi dan budaya dengan Islam mengalami pasang surut, terkadang damai dan kadang konflik. <em>Ketiga</em>, tradisi keagamaan Mataraman dalam aspek-aspek tertentu memiliki persamaan. Tradisi seperti <em>sekaten</em>, <em>gerebek</em>, <em>tahlilan</em>, <em>surowan</em> dan <em>nyadranan</em>. Tradisi-tradisi ini dijalankan dan dilaksanakan oleh masyarakat yang dulunya berada di bawah kekuasaan kerajaan Mataram. Tradisi ini telah dimodifikasi oleh Walisongo sehingga nuansa agama Hindu-Budha yang dianggap syirik telah diubah menjadi konten Islam. Proses akulturasi melewati periode panjang berabad-abad yang melahirkan karakter masyarakat yang unik di wilayah mataraman.</p> 2019-01-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/660 Dekadensi Moral Siswa dan Penanggulangan melalui Pendidikan Karakter 2019-02-14T09:33:24+07:00 Imam Taulabi bustomimstofa64@gmail.com Bustomi Mustofa bustomimstofa64@gmail.com <p>Pendidikan karakter tumbuh menjadi salah satu tren dalam diskursus pendidikan nasional. Tulisan ini menjelaskan tentang dekandensi moral dan pendidikan karakter sebagai sebuah tawaran alternatif. Metode penelitian dalam tulisan ini menggunakan kajian literatur dengan memanfaatkan berbagai sumber yang relevan. Efektifitas penerapan pendidikan karakter dapat berlangsung secara optimal dengan melibatkan seluruh elemen secara sistemik dan berkelanjutan antara orang tua, sekolah, dan masyarakat. Penerapan&nbsp; pendidikan karakter di sekolah dapat dilakukan dengan memanfaatkan beberapa model dan metode. Model penerapannya meliputi model otonomi, model integrasi, model ekstrakurikuler, dan model kolaborasi. Selain itu, metode penerapan pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu: belajar, keteladanan, penguatan, dan habituasi.</p> 2019-01-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/661 Kontekstualisasi Konsep Nusyuz di Indonesia 2019-02-14T09:34:20+07:00 Mughniatul Ilma mughniatulilma@gmail.com <p><em>Dalam Q.S. an-Nisa’ ayat 34 dijelaskan mengenai tiga tahapan yang dapat dilakukan bagi isteri yang melakukan nusyūz. Hal yang dianggap paling krusial dalam hal ini adalah adanya term pemukulan dalam konsep nusyūz tersebut yang sering kali dianggap sebagai bentuk legitimasi terhadap adanya kekerasan dalam rumah tangga terutama terhadap perempuan. Oleh karena itu, perlu adanya kontekstualisasi terhadap ayat nusyūz tersebut terlepas dari keadaan sosio kultural masyarakat yang melingkupi turunnya ayat maupun yang melingkupi meja perumusan doktrin fikih oleh ulama di zamannya. Tulisan ini mencoba melakukan pemaknaan ulang terhadap konsep nusyūz agar semangat hukum Islam dalam menjawab permasalahan umat selalu sejalan dengan tujuan pensyariatan sesuai dengan ruang dan kebutuhan zaman.</em></p> 2019-01-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/662 Kontribusi Tafsir Maudhu'i dalam Memahami al-Quran 2019-02-14T09:35:13+07:00 Muslimin Muslimin zae_may13@gmail.com <p>Secara singkat tafsir <em>maudhu’i</em> atau tafsir tematik dapat diformulasikan sebagai suatu tafsir yang berusaha mencari jalan keluar dari masalah-masalah yang timbul seputar al-Quran tentang kejadian-kejadian baru dengan jalan menghimpunkan ayat-ayat yang berkaitan dengannya. Kemudian dianalisis melalui ilmu-ilmu bantu yang relevan dengan masalah-masalah yang dibahas, sehingga dapat melahirkan konsep-konsep baru yang akurat dari al-Quran tentang&nbsp; masalah yang dibahas. Metode yang relatif baru dan dianggap aktual dalam penafsiran al-Quran berangkat dari satu kesatuan yang logis dan saling berkaitan antara satu sama lainnya. Jadi tidak ada satupun kontradiksi ayat-ayat al-Quran, hal ini semakin jelas sebagaimana yang ditegaskan pula di dalam al-Quran itu sendiri. Asumsi dasar ini berkaitan dengan prinsip yang sangat masyhur di kalangan <em>mufassir</em>, yaitu bahwa sebagian ayat al-Quran dapat ditafsirkan dengan ayat yang lain. Sedangkan analisis tentang kelebihan dan kekurangan tafsir <em>maudhu’i</em> adalah sebagai berikut: kelebihan tafsir <em>maudhu’i</em> adalah dapat menjawab tantangan zaman, lebih praktis, sistematis, dinamis dan mudah dipahami secara utuh. Sedangkan kelemahan dari tafsir <em>maudhu’i</em> biasanya adalah memenggal ayat al-Quran dari rangkaiannya dan membatasi pemahamannya disesuaikan dengan pokok bahasannya.</p> 2019-01-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/663 Pendidikan Damai Alternatif Pendidikan Korban Konflik Komunitas Syi'ah Sampang Madura 2019-02-14T09:36:49+07:00 Yasin Nurfalah yesnurfalah@gmail.com <p>Pendidikan Damai Alternatif Pendidikan Korban Konflik (Studi Pendidikan Anak Komunitas Syiah Sampang Madura) penelitian ini hendak melihat konsep pendidikan damai yang sekarang menjadi kebutuhan di Indonesia. Akhir-akhir ini, Indonesia sering dilanda konflik sosial terutama konflik berbasis agama. Korban investasi masa depan adalah terhambatnya perkembangan anak-anak. Masa perkembangan mental maupun fisik harus terhambat trauma akibat konflik. Kejadian penyerangan terhadap komunitas Syiah di Sampang Madura merupakan potret konflik dengan korban anak-anak sangat banyak. Saat ini, terdapat sekitar 76 anak usia prasekolah dan sekolah dasar (PAUD/TK sejumlah 21 anak dan SD sejumlah 55 anak) yang tinggal bersama dengan orang tua mereka. Mereka adalah anak-anak yang secara psikologis mengalami trauma. Sebagaimana seluruh kisah orang yang hidup di pengungsian, hampir seluruh kehidupan berjalan dalam kondisi memprihatinkan. Pun dengan anak-anak pengungsi Syiah Sampang ini. Hak-hak hidupnya sebagai anak jelas tidak terpenuhi dengan baik. Di antara sekian banyak kehilangan, yang paling menyedihkan adalah hilangnya hak anak atas pendidikan Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan <em>(library research)</em>, yaitu penelitian yang kajiannya dilaksanakan dengan menelaah dan menelusuri berbagai literatur. Hasilya secara umum, hasil pendidikan damai anak-anak pengungsi Syiah Sampang Madura belum menunjukkan hasil maksimal. Pasalnya, kesadaran perlunya pendidikan kurang mendapat dukungan dari orang tua dan pemuka agama Syi’ah. Dari 76 anak pengungsi yang setiap hari hadir untuk mengikuti kegiatan pendidikan damai hanya 40-45. Hasil kajian ini, menurut peneliti perlu adanya pengembangan lebih mendalam tentang “pendidikan damai”.</p> 2019-01-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/664 Program Musyawarah dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Siswa Madrasah Diniyah Haji Ya'qub 2019-02-14T09:38:49+07:00 Muhammad Al-Qodhi Abi Saidil Mahzumi alqodhieabie28@gmail.com Wasito Wasito azzambagus8@gmail.com <p>Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi program musyawarah dengan memanfaatkan konsep konstruktivisme sosial untuk menjelaskan perkembangan kognitif siswa di Madrasah Diniyah Haji Ya’qub (MDHY) Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Penelitian ini beranjak dari dua pertanyaan penelitian, “Apakah program musyawarah di MDHY masih berlangsung secara tradisional atau mengarah pada kontekstualisasi? bagaimana praktik program musyawarah dalam mengembangkan perkembangan kognitif siswa?” Dengan dua pertanyaan itu, hasil penelitian ini menemukan bahwa program musyawarah tengah mengalami perubahan menjadi musyawarah konstruktif dengan membentuk program Musyawah Gabungan Sughra (MGS) yang berlangsung di luar jadwal pelajaran resmi dan dikelola langsung oleh MDHY. Hambatan belajar siswa diatasi secara bertahap dengan mengarahkan suasana belajar aktif dan mendorong interaksi belajar yang memaksimalkan interaksi sosial secara menyeluruh</p> 2019-01-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/665 Dinamika Perubahan Kurikulum Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Putri Lirboyo Al-Mahrusiyah Kediri 2019-02-14T09:40:48+07:00 Mayashofa Rhoyachin rhoyacheen@gmail.com Siti Wahyuni yunilirboyo@gmail.com <p>Tulisan ini bertujuan untuk menjelajahi dinamika perubahan kurikulum di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Putri Lirboyo Al-Mahrusiyah Kediri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan desain penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kurikulum sejak tahun ajaran 2014-2015 hingga tahun ajaran 2017-2018 mengarah pada perbaikan struktur mata pelajaran dalam bentuk penambahan mata pelajaran pada tingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Peningkatan kuantitas mata pelajaran pada kedua tingkatan itu memiliki dampak pada problem waktu belajar. Alternatif yang diambil madrasah diniyah untuk mengatasi problem itu sekaligus meningkatan kualitas pembelajaran ditempuh melalui kebijakan baru dengan mendirikan forum musyawarah madrasah diniyah dan <em>Lajnah Bahtsul Masa’il</em> (LBM). Proses perubahan kurikulum berlangsung secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi yang rutin dilaksanakan setiap akhir tahun ajaran.</p> 2019-01-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/666 Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Kepribadian di Era Disrupsi 2019-02-14T09:43:02+07:00 Samsudin Samsudin samsudinsamsudin231@gmail.com <p><em>Along the nun of year 2000 epoch progressively go forward. The progress bring big impact in human life. Do not all impact change of that epoch of</em> <em>goodness but also there is ugly. So that as generation router of nation have to can filter the impact</em> <em>rampant</em><em>.</em><em> Criminality action progressively, downhill nation moral progressively. For that, very required by weapon to decrease the</em> <em>mentioned. Many people which its personality concern. Many people which&nbsp; its personality concern. They understand law, but they also a lot impinge it. When wishing s</em><em>omething</em><em> select;</em> <em>choose by which instan do not want to strive.Education of Islam as one ofthe stock to follow motion progress of epoch so that forming of taft person. Personality everybody do</em> <em>not goodness, depended from its factors, especially environment</em> <em>ugly</em><em>.</em><em> Someone either or behaviour always become focus in society</em> <em>sophisticated</em><em>.</em><em> Technological progressively, many people imitating behaviour of </em><em>public </em><em>media.</em> <em>Education of Islam can form good moslem person can face multi</em><em>v</em><em>ariously of manner change of epoch. By having education of allocation Islam change of epoch can as medium to become sophisticated human being and water down life</em><em>.</em></p> 2019-02-01T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/667 Motif Orang Tua Santri di Pondok Pesantren HM Lirboyo 2019-02-14T09:30:36+07:00 Marzuki Marzuki marzukiahmad225@gmail.com Ahmad Masrukin marzukiahmad225@gmail.com <p>Tulisan ini bermaksud menjelaskan motif&nbsp; yang mendasari orang tua memilih pondok pesantren sebagai tempat pendidikan anaknya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi dengan subjek penelitian orang tua santri, pengurus pondok pesantren, dan santri. Hasil penelitian menyimpulkan alasan yang mendasari memilih pondok pesantren adalah <em>pertama, </em>alasan agama dan ideologis, yaitu orang tua santri berharap anaknya dapat meneruskan kiprah perjuangan mereka di masyarakat dengan mengajarkan Islam <em>Ahlusunah wal Jama’ah</em>. Konsep moderasi Islam selalu diajarkan dalam pesantren, mereka para alumni dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat. <em>Kedua, </em>lingkungan keluarga dan masyarakat. Orang tua menyadari tentang kondisi di sekitar mereka dengan berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpengaruh pada perilaku anaknya. Mereka tidak dapat mengatasi persoalan itu secara sendiri, alternatif mengatasi persolan itu orang tua memilih anaknya untuk belajar di pondok pesantren.&nbsp; <em>Ketiga, </em>pendidikan dalam pondok pesantren. Selain belajar formal, di pondok pesantren ada kegiatan pembelajaran lain, aturan dan pengawasan. Setiap hari di pondok pesantren diisi dengan berbagai kegiatan, dalam bentuk madrasah, <em>jam’iyyah</em>, musyawarah, mengaji, <em>muratil</em> dan lainnya. Kegiatan yang ketat dibarengi dengan aturan yang ketat. Berbagai aturan dibuat untuk mengatur santri pada setiap harinya. Dalam waktu 24 jam santri&nbsp; melakukan berbagai aktivitas. Terakhir ada pengawasan dari pengurus, santri mendapatkan pengawasan, setiap pelanggaran yang dilakukan oleh santri akan mendapatkan teguran, peringatan bahkan <em>takzir</em> dari pengurus.</p> 2019-02-01T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/668 Islamic Thought and Internationalization of Human Rights 2019-02-06T11:18:42+07:00 Reza Ahmad Zahid zae.may13@gmail.com <p>This article aims to answer how Islamic thought deals with issues of internationalization. Where in general religions agree that human rights are rights owned by each individual solely because of his dignity as a human being, not the construction of society regarding individual rights. While on the other hand, some experts state that human rights are normative elements that are inherent in human individuals because there are laws whose application differs according to space and time. Between Islam and human rights has a relationship that lies in the universality of Islamic teachings. the concept of human rights has been outlined in the basic principles of Islamic law originating from the texts of the Koran, the Sunnah of the Prophet and friends, as well as the construction of scholars' thoughts. Human rights should be understood and accepted as a universal human treasure whose normative and philosophical foundations can be traced and found in various systems of values ​and traditions. Such global ethics cannot be formulated without religious contributions.</p> 2019-02-06T11:17:32+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/669 As-Shifa` Perspektif Tafsir al-Ibris Karya Bisri Mustofa 2019-02-06T11:50:56+07:00 Khainuddin Khainuddin khoiruddinmajid@gmail.com <p>This article aims to explain how As Shifa in the interpretation of Al-Ibriz by KH Bisri Mustofa and how to obtain physical and mental health in the interpretation of Al-Ibriz by KH Bisri Mustofa. He interpreted the verses of shifā 'as medicine for spiritual health only, but there also argued that the Qur'an could not only be used as a medicine for spiritual / mental health (soul and heart) but could also be used as a medicine for health physical. The results of this study show that the Qur'an as a guide book, the Qur'an contains various information about medicine for humans, the Qur'an fulfills the principles of medicine and the rules of treatment. Shifā 'in the Qur'an has a close relationship to physical health. According to Bisri Mustofa, the Qur'an is not only a medicine for liver disease, but the protracted liver disease will cause physical illness known as psychosomatic disease.</p> 2019-02-06T11:49:14+07:00 ##submission.copyrightStatement##