Pendidikan Damai Alternatif Pendidikan Korban Konflik Komunitas Syi'ah Sampang Madura

  • Yasin Nurfalah Institut Agama Islam Tribakti Kediri
Keywords: Pendidikan Damai Alternatif, Korban Konflik

Abstract

Pendidikan Damai Alternatif Pendidikan Korban Konflik (Studi Pendidikan Anak Komunitas Syiah Sampang Madura) penelitian ini hendak melihat konsep pendidikan damai yang sekarang menjadi kebutuhan di Indonesia. Akhir-akhir ini, Indonesia sering dilanda konflik sosial terutama konflik berbasis agama. Korban investasi masa depan adalah terhambatnya perkembangan anak-anak. Masa perkembangan mental maupun fisik harus terhambat trauma akibat konflik. Kejadian penyerangan terhadap komunitas Syiah di Sampang Madura merupakan potret konflik dengan korban anak-anak sangat banyak. Saat ini, terdapat sekitar 76 anak usia prasekolah dan sekolah dasar (PAUD/TK sejumlah 21 anak dan SD sejumlah 55 anak) yang tinggal bersama dengan orang tua mereka. Mereka adalah anak-anak yang secara psikologis mengalami trauma. Sebagaimana seluruh kisah orang yang hidup di pengungsian, hampir seluruh kehidupan berjalan dalam kondisi memprihatinkan. Pun dengan anak-anak pengungsi Syiah Sampang ini. Hak-hak hidupnya sebagai anak jelas tidak terpenuhi dengan baik. Di antara sekian banyak kehilangan, yang paling menyedihkan adalah hilangnya hak anak atas pendidikan Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang kajiannya dilaksanakan dengan menelaah dan menelusuri berbagai literatur. Hasilya secara umum, hasil pendidikan damai anak-anak pengungsi Syiah Sampang Madura belum menunjukkan hasil maksimal. Pasalnya, kesadaran perlunya pendidikan kurang mendapat dukungan dari orang tua dan pemuka agama Syiah. Dari 76 anak pengungsi yang setiap hari hadir untuk mengikuti kegiatan pendidikan damai hanya 40-45. Hasil kajian ini, menurut peneliti perlu adanya pengembangan lebih mendalam tentang pendidikan damai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adam Kuper da Jessica Kuper, Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial, Haris Munandar (Penerjemah), (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000)

Dean G. Pruit dan Jeffrey Z. Rubin, Teori Konflik Sosial, Helly P. Soetjipto (Penerjemah) Cet. III, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011)

Kovenn Ekonomi Sosial dan Budaya, Ratifikasi Undang-Undng No,. 11 tahun 2005

Tom Campbell, Tujuh Teori Sosial, Sketsa, Penilaian dan Perbandingan, F. Budi Hadiman (Penerjemah), (Yogyakarta: Kanisius, 2001) Cetakan ke-6

Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Amandemen 4

UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 ayat 1

Zainul Hamdi, Ahmad Pergeseran Islam Madura (Perjumpaan Islam Tradisional dan dan Islamisme di Bangkalan Madura Pasca Reformasi. (Suarabaya: UINSA, 2015)

Internet:

Anang, Http://www.republika.co.id/ Diakses tanggal 23 Januari 2019

Simon Fisher et.al.,Mengelola KonflikKeterampilan dan Strategi untuk Bertindak, terj. SN. Karikasari, dkk., (Jakarta: Gramedia, 2001)

Tempo, Menteri Agama: Konflik Sampang Masalah Keluarga, lihat dalam http://www.tempo.co/read/news/2012/08/28/058425931/Menteri-Agama-Konflik Sampang-Masalah-Keluarga. Diakses tanggal 23 Januari 2019.

Okezone.com, Asal Mula Konflik Sampang Versi Ibunda Tajul Muluk-Rois, dalam http://news.okezone.com/read/2012/08/30/337/682477/redirect.Diakses tanggal 23 Januari 2019.

Published
2019-01-31
How to Cite
Nurfalah, Y. (2019). Pendidikan Damai Alternatif Pendidikan Korban Konflik Komunitas Syi’ah Sampang Madura. Jurnal Pemikiran Keislaman, 30(1), 85-114. https://doi.org/10.33367/tribakti.v30i1.663