MEMBANGUN KARAKTER ANAK YANG ISLAMI DI SEKOLAH DASAR

  • Dianis Izzatul Yuanita Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Abstract

Sekolah Dasar Islam muncul karena adanya ketidakpuasan atau kekecewaan pada masyarakat terhadap sistem pendidikan nasional yang ada di Indonesia. Kebanyakan dari masyarakat sekarang menilai bahwa sekolah dasar islam lebih unggul dibandingkan dengan sekolah dasar lainnya karena Sekolah Dasar Islam merupakan integrasi antara pendidikan yang memadukan kurikulum dari pemerintah dengan pendidikan agama. Kurikulum di Indonesia sekarang terpusat pada pendidikan karakter. Atas keprihatinan pemerintah dengan karakter peserta didik sekarang telah mengindikasikan bahwa kerusakan merupakan faktor utama diadakannya pendidikan karakter Islam. Adanya kurikulum pendidikan karakter di sekolah dasar yang mengintegrasikan pada setiap matapelajaran karena tidak lepas dari permasalahan yang ada. Pada dasarnya pendidikan karakter Islam di sekolah dasar muncul karena diharapkan semua peserta didik akan menjadi manusia yang akhlakul karimah, yang lebih berkarakter, dan mengarahkan peserta didik mempunyai kepribadian sesuai ajaran agama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daryanto dan Suryati Darmiatun. Implementasi Pendidikan di Sekolah. Yogyakarta: Gava Media, 2013.
Dirman dan Cicih Junarsih. Karakteristik Peserta Didik dalam Rangka Implementasi Standar Proses Pendidikan Siswa. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2014.
Fuad, Jauhar, “Pendidikan Karakter Dalam Pesantren Tasawuf,” Jurnal Pemikiran Keislaman 23, no. 1 (February 28, 2013): 1, http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/13
Sani, Ridwan Abdullah dan Muhammad Kadri. Pendidikan Karakter (Mengembangkan Karakter Anak yang Islami). Jakarta: Bumi Aksara, 2016.
Published
2018-01-30
How to Cite
YUANITA, Dianis Izzatul. MEMBANGUN KARAKTER ANAK YANG ISLAMI DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Pemikiran Keislaman, [S.l.], v. 29, n. 1, p. 100-121, jan. 2018. ISSN 2502-3047. Available at: <http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/tribakti/article/view/569>. Date accessed: 16 nov. 2018.