Journal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan <p>Journal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah diterbitkan oleh Program Studi Perbankan Syariah&nbsp; Institut Agama Islam Tribakti Kediri. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun yakni bulan Maret dan September.</p> <p>Fokus Jurnal ini mengkaji penelitian dibidang ekonomi syariah, baik penelitian literasi atau penelitian lapangan. Cakupan Kajian jurnal meliputi pendidikan ekonomi, bisnis, keuangan, perbankan, manajemen, lembaga keuangan syari’ah, hukum ekonomi, fiqih muamalah, hadits ekonomi, Ziswaf, pajak dan sebagainya</p> en-US anadhila18@yahoo.com (Ana) Wed, 20 Mar 2019 13:32:11 +0700 OJS 3.1.2.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ATM Crime http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/705 <p>Pertengahan Maret 2018 lalu, diberitakan tiga kantor BRI Wilayah Kediri Bagian Selatan yaitu BRI Unit Ngadiluwih, Unit Kras dan Unit Purwokerto menjadi incaran mereka, dugaan terkuat serangannya melalui teknik <em>skimming</em>. Penelitian ini bertujuan menganalisis reputasi bank, penanganan masalah serta kepuasan nasabah dan loyalitasnya pada Bank BRI pasca terjadinya kasus <em>skimming ATM</em>. Metode yang digunakan dengan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner pada 100 nasabah dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Teknik analisis data menggunakan MRA (<em>Moderated Regression Analysis</em>) yakni aplikasi khusus regresi berganda linear yang dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen) dengan rumus persamaan regresi. Dari hasil uji secara parsial dari ketiga variabel terdapat dua variabel yaitu Zpenanganan masalah dan Zkepuasan nasabah yang berpengaruh pada loyalitas nasabah. Sedangkan variabel Zreputasi bank tidak berpengaruh terhadap loyalitas nasabah. Adapun dari hasil variabel independen Zreputasi bank, Zpenanganan masalah, kepuasan nasabah dan AbsX1_X2_X3 secara simultan mempengaruhi loyalitas nasabah. Berdasarkan dari hasil output koefisien dengan uji lanjut residual menunjukkan nilai jelas variabel loyalitas signifikan dengan sig. 0,000 di bawah 0,05 sedangkan nilai koefisien parameternya positif. Bisa disimpulkan variabel kepuasan nasabah bukanlah dianggap variabel moderating kalau nilai koefisien parameternya negatif dan signifikan</p> Ana Fadhilah Copyright (c) 2019 At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/705 Wed, 20 Mar 2019 13:31:38 +0700 Elastisitas Akad Al-Ijarah (Sewa-Menyewa) Dalam Fiqh Muamalah Persfektif Ekonomi Islam http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/737 <p>Islam muncul sebagai sumber kedaulatan yang baru pada abad VII, setelah hancur dan runtuhnya kekaisaran Romawi. Kehancuran dan keruntuhan itu ditandai dengan berkembangnya peradaban baru yang sangat mengagungkan. Kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta kehidupan sosial lainya, termasuk ekonomi Islam yang berkembang secara paralel dan simultan sesuai dengan perkembangan zaman. Fakta sejarah menunjukkan bahwa Islam merupakan sitem kehidupan yang bersifat <em>komprehensif</em>, yang mengatur semua aspek kehdupan, baik aspek hukum Islam (<em>syari’ah</em>), sosial, ekonomi, dan politik maupun kehidupan yang bersifat <em>spiritual.</em> Dalam kajian sejarah hukum Islam (<em>syari’ah</em>), pada awal masa kenabian sampai pada wafatnya Rasulullah saw. tidak ada persoalan hukum Islam (<em>syari’ah</em>) di masyarakat yang tidak dapat diselesaikan. Karena setiap ada persoalan hukum Islam (<em>syari’ah</em>) yang muncul selalu diserahkan kepada <em>otoritas</em> Rasulullah saw. yang mendapat bimbingan langsung dari Allah swt. banyak <em>yurisprudensi hukum</em> dari Rasulullah saw. yang oleh para sahabat pada waktu itu tidak ditemukan secara eksplisit dalam al-Qur’an.</p> Jamaluddin Jamaluddin Copyright (c) 2019 At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Prodi Perbankan Syari'ah http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/737 Wed, 20 Mar 2019 00:00:00 +0700 Pedagang Kaki Lima Perspektif Ekonomi Islam http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/739 <p>Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan salah satu bentuk usaha yang mempunyai jiwa kewirausahaan yang tinggi dan mampu bersaing di tengah persaingan perekonomian. Keberadaan PKL cenderung dilatar belakangi persoalan minimnya lapangan pekerjaan yang di sediakan oleh pemerintah, upaya bertahan hidup, minimnya modal usaha disektor formal, aturan dan birokrasi yang rumit, pekerjaan sementara dan faktor keturunan serta profesi, menjadikan usaha PKL sebagai salah satu alternative yang dapat di lakukan oleh masyarakat.&nbsp; PKL atau dalam bahasa inggris disebut juga street trader selalu dimasukkan dalam sektor informal. PKL adalah orang yang berdagang menggunakan gerobak atau menggelar dagangannya di pinggir-pinggir jalan atau trotoar jalan kota di sekitar pusat perbelanjaan/pertokoan, pasar, pusat rekreasi/hiburan, pusat perkantoran dan pusat pendidikan, baik secara menetap atau setengah menetap, berstatus tidak resmi atau setengah resmi dan dilakukan baik pagi, siang, sore maupun malam hari dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dengan tidak melibatkan pihak lain secara terikat. Istilah pedagang kaki lima pertama kali dikenal pada zaman Hindia Belanda, tepatnya pada saat Gubernur Jenderal Stanford Raffles berkuasa. Perkembangan pedagang kaki lima dalam lintas sejarah perekonomian umat manusia mengalami kemajuan dan kemoderenan. Ketidakpuasaan dengan kebijakan pemerintah terkait pengalokasian para pelaku PKL, melahirkan pedagang yang turun ke masyarakat secara langsung, yang disebut dengan pasar kaget. Padangan Islam terhadap PKL adalah sebagi wujud berekerja keras, namun dalam pelaksanaan perdagangan PKL mesti mematuhi symbol-simbol syariat, mislanya jujur, amanah, tidak menipu dan menepati janji. Berkaitan dengan pemimpin atau penguasa, maka Islam memandang PKL dibenarkan jika ada kesepakatan dengan pemerintah dan tidak menganggu kepentingan umum yang lebih maslahat.</p> Nurhadi Nurhadi Copyright (c) 2019 At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/739 Wed, 20 Mar 2019 00:00:00 +0700 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volume Penempatan Dana Perbankan Syariah pada Sertifikat Bank Indonesia Syariah http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/738 <p>Bank-bank syariah semakin berhati-hati dalam menempatkan dananya terutama pada sektor pembiayaan sejak krisis moneter melanda Indonesia, hal ini berakibat pada menumpuknya dana pada Perbankan Syariah. Selain itu, minat masyarakat yang terus meningkat dalam menitipkan dana pada Perbankan Syariah juga mengakibatkan overlikuiditas pada Perbankan Syariah. Untuk mengatasi overlikuiditas Perbankan Syariah dapat menyalurkan dana pada instrumen keuangan yang memiliki risiko minimal dan tingkat imbal hasil yang kompetitif. Perbankan Syariah dapat memilih Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) sebagai alternatif penyaluran kelebihan dananya. SBIS merupakan salah satu instrumen keuangan dari BI yang memiliki tingkat imbal hasil dan menggunakan akad<em> ju’alah</em>.</p> <p>Pokok masalah pada penelitian ini yaitu seberapa besar pengaruh DPK, FDR, dan NPF terhadap volume penempatan dana Perbankan Syariah pada Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS). Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda sebagai teknik analisis. Data yang digunakan adalah data volume SBIS periode 2009-2013 yang diperoleh dari laporan Bank Indonesia.</p> <p>Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah DPK berpengaruh positif signifikan dengan koefisien regresi sebesar 1702.808 dan signifikansi sebesar 0.014. Sedangkan variabel FDR dan NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap volume penempatan dana Perbankan Syariah pada Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS).</p> Hilmy Baroroh Copyright (c) 2019 Journal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/738 Mon, 01 Apr 2019 12:16:25 +0700 Pengaruh 5 Dimensi Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/742 <p>5 Dimensi Kualitas pelayanan yang terdiri dari wujud, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati merupakan hal yang sangat penting sekali karena berhubungan secara langsung dengan konsumen atau pelanggan. Dalam rangka memelihara pelanggan salah satunya yang ditempuh oleh perusahaan adalah menggunakan 5 dmensi kualitas pelayanan agar pelanggan merasa puas dan pada akhirnya tdk mau berpindah ke produk perusahaan lain. Metode penelitian yang dipakai adalah beberapa uji prasyarat dan regresi berganda. Dari hasil uji regresi berganda mendapatkan hasil sebagai berikut : y= -1,249 + 0,269x1 + 0,283x2 + 0,145x3 + 0,171x4+(-0,019)x5. Dari hasil analisis tersebut variable x2 yaitu kehandalan&nbsp; merupakan variable yang paling dominan dibanding variable lainnya. Dari hasil analisis R square mendapatkan nilai yang sangat layak sebesar 0,809 atau 80,9 %&nbsp; artinya variable x yaitu yang terdiri dari wujud, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan empati mampu mempengaruhi variable y, yaitu kepuasan pelanggan sebesar 80,9% dan sisanya 19,1% variabel diluar yang tidak diteliti mampu mempengaruhi kepuasan pelanggan. Dari hasil analisis ini Joglo batik seminar kediri harus mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.</p> Ustadus Sholihin Copyright (c) 2019 At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ http://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan/article/view/742 Wed, 20 Mar 2019 00:00:00 +0700