Hermeneutik Amina Wadud; Upaya Pembacaan Kontekstual Teks Keagamaan

  • Aspandi M Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Abstract

Teks keagamaan diyakini sebagai hudan li annas yang mengandung nilai-nilai universal. Prinsip-prinsip universal diyakini relevan dalam setiap tempus dan locus. Asumsi tersebut berimplikasi bahwa prinsip-prinsip universal dapat dijadikan pijakan dan diimplementasikan dalam rangka menjawab problematika kontemporer dan tuntutan perkembangan zaman yang bersifat temporal dan partikular. Dalam sejarah perkembangan pemikiran hukum Islam, metode penafsiran teks keagamaan terus berubah dan berkembang. Dua dari banyak kecenderungan yang berbeda sering disebut sebagai pendekatan tekstualis dan kontekstualis. Di era modern, pendekatan kontekstualis, sebagai sebuah alternatif, mulai mendapatkan perhatian. Para kontekstualis terlibat tidak hanya dalam analisis linguistik, tetapi juga mengadopsi pendekatan dari berbagai bidang seperti hermeneutika dan teori sosial. Amina Wadud merupakan salah satu tokoh yang dapat dikategorikan sebagai kontekstualis modern berusaha mengembangkan cara-cara baru untuk mendekati al-Quran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Mustaqim, Epistemologi Tafsir Kontemporer, Yogyakarta: PT LKiS Printing Cemerlang, 2010.

Amina Wadud, Inside the Gender Jihad: Women Reform's In Islam, England: Oneword Publications, 2006.

Charles Kurzman, Liberal Islam: A Source Book, New York: Oxford Uiversity Press, 1998.

Christopher Norris, Membongkar Teori Dekonstruksi Jacques Derrida, Yogyakarta: ar-Ruzz, 2003.

Fazlur Rahman, Islam and Modernity, Chicago: University Press, 1982.

Marjoeri Procter Smith, In Her Own Rite: Recontructing Feminist Liturgical Tradition, Nashville, Tenn: Abingdon Press, 1991.

Published
2018-12-27
How to Cite
M, A. (2018). Hermeneutik Amina Wadud; Upaya Pembacaan Kontekstual Teks Keagamaan. Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 44-61. https://doi.org/10.33367/legitima.v1i1.642