Hermeneutik Amina Wadud; Upaya Pembacaan Kontekstual Teks Keagamaan

  • Aspandi M Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Abstract

Teks keagamaan diyakini sebagai hudan li annas yang mengandung nilai-nilai universal. Prinsip-prinsip universal diyakini relevan dalam setiap tempus dan locus. Asumsi tersebut berimplikasi bahwa prinsip-prinsip universal dapat dijadikan pijakan dan diimplementasikan dalam rangka menjawab problematika kontemporer dan tuntutan perkembangan zaman yang bersifat temporal dan partikular. Dalam sejarah perkembangan pemikiran hukum Islam, metode penafsiran teks keagamaan terus berubah dan berkembang. Dua dari banyak kecenderungan yang berbeda sering disebut sebagai pendekatan ‘tekstualis’ dan ‘kontekstualis. Di era modern, pendekatan kontekstualis, sebagai sebuah alternatif, mulai mendapatkan perhatian. Para kontekstualis terlibat tidak hanya dalam analisis linguistik, tetapi juga mengadopsi pendekatan dari berbagai bidang seperti hermeneutika dan teori sosial. Amina Wadud merupakan salah satu tokoh yang dapat dikategorikan sebagai kontekstualis modern berusaha mengembangkan cara-cara baru untuk mendekati al-Qur’an.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah Saeed, Reading the Qur’an in the Twenty-first Century A Contextualist Approach, New York: Routledge, 2014.

Abdul Mustaqim, Epistemologi Tafsir Kontemporer, Yogyakarta: PT LKiS Printing Cemerlang, 2010.

Ahmad Baidawi, Tafsīr Feminis; Kajian Perempuan dalam al-Qur’ān dan Para Mufassir Kontemporer, Bandung: Nuansa, 2005.

Amina Wadud, Inside the Gender Jihad: Women Reform's In Islam, England: Oneword Publications, 2006.

----------Wadud, Qur’an and Woman: Rereading The Sacred Text From a Woman’s Perspectif, Oxford: University Press, 1998.

-----------Wadud, Al-Qur’an dan Perempuan, dalam Wacana Islam Liberal; Pemikiran Islam Kontemporer tentang Isu-isu Global (ed.) Charles Kurzman, Jakarta: Paramadina, 2003.

Asma Barlas, Cara Qur’an Membebaskan Perempuan, terj. R. cecep Lukman Yasin, Jakarta: serambi, 2003.

Charles Kurzman, Liberal Islam: A Source Book, New York: Oxford Uiversity Press, 1998.

Christopher Norris, Membongkar Teori Dekonstruksi Jacques Derrida, Yogyakarta: ar-Ruzz, 2003.

Fatna A (it) Sabbah dalam karyanya, “Woman in the Muslim Unconscious”, diterjemahkan oleh Mary Jo Lakeland dari perancis, New York; Pergaman Press, 1984

Fazlur Rahman, Islam and Modernity, Chicago: University Press, 1982.

Farid Esack, Qur’an, Liberation and Pluralism, Oxford: Oneworld Publication, 1997.

Marjoeri Procter Smith, In Her Own Rite: Recontructing Feminist Liturgical Tradition, Nashville, Tenn: Abingdon Press, 1991.

Nasr Hamid Abu Zayd, Mafhum an-Nash: Dirasat fi ‘Ulum Al-Qur’an, Kairo: al-Hay’ah al-Mishriyyah al-‘Amanah li al-Kitab, 1993.

-----------Hamid Abu Zayd, Dawa’ir al-Khauf: Qira’ah fi Khitab al-Mar’ah, Kairo: al-Hay’ah al-Mishriyyah al-‘Amanah li al-Kitab, 2003.

Published
2018-12-27
How to Cite
M, A. (2018). Hermeneutik Amina Wadud; Upaya Pembacaan Kontekstual Teks Keagamaan. Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 44-61. https://doi.org/10.33367/legitima.v1i1.642